top of page

Kaktus

Entah kapan aku punya kaktus. Tiba-tiba ada, tumbuh bertunas. Tunasnya mulai berbunga, kemudian merekah. Senangnya dalam hati. Meskipun begitu, karena disini beriklim tropis, aku hanya bisa menyiramnya sepekan sekali setiap sabtu pagi.


Aku mencoba untuk tidak tergores duri. Namun itu mustahil. Ada saja kaktus itu memberi luka goresan setiap ingin menyiram. Meski berbuah luka yang tak seberapa, namun nyatanya terkadang perih jika bertemu air. Tetap saja tak terasa karena tertutup oleh rasa senangnya.


Setiap aktivitas berlebih, kemudian hendak sejenak beralih, pohon kaktus itu selalu menjadi yang pertama ku pandangi. Seolah menghilangkan rasa lelah.

Comments


bottom of page