Cerpen Series - Istikharah
- dam dam
- Sep 23, 2020
- 2 min read
Perasaan-perasaan itu masih menetap. Membersamai ke tempat-tempat yang aku pijaki. Sambil menempa mental diri Aku terus berdiskusi. Salah satunya dengan temanku sekaligus jadi kakakku Alya. Ya karena memang dia yang sering berkunjung ke kosan. Tidak heran kami selalu berbagi cerita menarik seputar pekerjaan sampai percintaan.
Seperti biasa hari ini Kak Alya main ke kosan selepas pulang kerja. Dia selalu membawa beberapa kotak makanan dari catering kantornya dan itu membuatku senang.
"Menu kali ini apa ya yang dibawa Kak Al?" gumamku dalam hati.
"zzzzzzz" pesan WA masuk dari Kak Alya.
"Aku mau otw ke kosan. Kamu mau nitip apa?"
"Gausah kak."
"Beneran?"
"Iya, gausah."
"Aku pengen beli minuman nih yang seger-seger. Kamu mau apa?"
"Nggak usah Kak Al"
"Oh yaudah deh, aku otw yah"
****
Sambil menjulurkan tangan dengan satu cup es krim coklat, "ini..!"
"Kak Al, aku kan mau memperbaiki makanan aku"
"Ah gapapa, satu cup es krim nggak akan bikin kamu kurus kok!"
"Ya emang satu cup es krim nanti aku ga bisa turun BB kak"
"eh, maksudnya gabisa bikin kamu gemuk"
Dengan muka mulut cemberut, dan kedua alis saling bertaut, aku sedikit meninggikan nada suaraku, "Kak Al nih kebiasaan. Kakak memang suka ya liat aku gemuk!?"
"Loh enggak kok. Udah makan aja, nggak apa-apa" kata Kak Alya senyum-senyum bangga.
Tanganku meraih satu cup es krim yang sedari tadi tergeletak di depanku. "Ingat, kamu harus menghargai orang lain. Apalagi Kak Alya itu tamu. Pesan Rasulullah, kita harus menghormati dan memuliakan tamu" gumamku dalam hati.
Aku buka cup penitup es krim yang sedari tadi menggodaku. Dan tibalah saatnya satu sendok kecil kayu berisi gumpalan es krim coklat itu mendarat di mulutku.
"Aku mau istikharah. Kamu juga harus kak" Aku membuka obrolan lain.
"Aku juga?" kaget Kak Alya.
"Iya, kamu. Bukannya kamu punya perasaan yang berbeda kepada Kak Yusuf!?"
"I... i.. iya"
"Nah, perasaanitu bisa diperjuangkan. Kenapa? Karena untuk menilai perasaanmu untuk dia itu layak atau tidak untuk diperjuangkan. Makanya kita lakukan istikharah"
"Hoo, terus jawabannya nanti dalem mimpi gitu ya?"
"Ya nggak juga, karena mimpi kan biasanya dari syaitan. Bisa jadi dikasih jawaban lewat petunjuk lain. Misalkan perasaan kamu menjadi bertambah atau jadi biasa aja, atau kamu dihalangi dari hal-hal yang membuat kamu semakin dekat dengan dia, atau kamu malah diberi kelancaran menuju proses yg memang diinginkan yaitu menikah. Atau lagi, kamu diperlihatkan keburukannya sehingga kamu jadi nggak suka sama dia. Kan bisa aja"
"Oh gitu ya, hmm.. Oke deh kucoba. Tapi harus malem ya?"
"Ga mesti juga, yang penting Kakak sholat aja di waktu yg emang lagi luang, lapang dan tenang. Tapi memang yang afdhol waktunya sama kayak tahajud sih. Karena saat itu kita ga banyak mikirin kerjaan yang lain. Kalau siang kan terlalu banyaj hal yang dipikirkan. Malah seringnya yang nggak dipikirkan pun jadi tiba-tiba muncul. Dan lakukan jangan hanya sekali aja, tapi terus menerus."
"Tapi aku nggak hafal do'a nya!"
"Kalau sholatnya seperti shalat sunnah biasa aja Kak. Setelah itu baru kita berdoa. Dan doanya pun kalau belum hafal bisa sambil lihat text"
"Ooh okkey deh, Aku coba" kata Kak Alya.
Diskusi kali ini menjadi sedikit penyemangat dan tanpa sadar mengurangi rasa berharap kepada Langit yang terlalu berlebihan. Setidaknya hal ini bisa membuat hati baikan. Tidak mudak menyimpan perasaan. Meski sebelumnya sudah pernah terjadi berkali-kali. Dan sikapku masih sama. Diam. Sedikit menjauh. Dan memendamnya sendirian. Proses ini selalu ku ulangi setiap berhadapan dengan perasaanku sendiri. Kemudian sedikit demi sedikit memudar seiring dengan berjalannya waktu. Tanpa orang yang Aku sukai tahu. Namun, entah kali ini. Akankah sama atau berbeda?



Comments